Thursday, December 6, 2007

Day 31 & 32 - Great Shows

Day 32 – Surprisingly Fine

Going to Banjar. Mental saya pun bersiap untuk rangkaian perjalanan melelahkan. Inilah kota terjauh dalam rute kami, empat jam dari Bandung. Sementara besok pagi jam 6 saya sudah harus ke Bogor untuk talk show jam 9 pagi di Botanic Center. Gila, gila, gila.

Isu yang kami terima, penonton Banjar agak mirip dengan Majalengka. Karena alasan itu, plus alasan saya harus cepat kembali agar tak terlalu lelah untuk ke Bogor, kami diposisikan main kedua sebelum terakhir.

Ternyata isu itu tak terbukti. Penonton, yang kebanyakan ABG dan tidak tahu lagu kami, tetap apresiatif dan duduk tertib. It wasn’t exactly Jatos, and the sound system wasn’t as perfect, banyak terjadi feedback, but it was considerably okay. Selesai jam 9.30, I rushed back to Bandung. Ide untuk langsung ke Bogor digugurkan karena terlampau melelahkan. Tiba di Bandung jam 2.30, hit the bed on 3. Dalam dua jam, harus kembali bangun dan bersiap ke Bogor.


Day 31 – The Best Show So Far


I noticed something. Timbre suara saya agak berubah, pertanda kebanyakan nyanyi. Rekaman dan show hampir berjalan nonstop. Seduhan air jahe merah menjadi andalan, termasuk upaya tak banyak bicara.

Hari ini RSD show di Jatos, alias Jatinangor Square. Dengan posisi yang dekat dengan Bandung, dan dengan komposisi yang hampir semua anak mahasiswa asal Bandung, this has been our most perfect audience so far.

Everything about the show tonight is blessed. The sound system was perfect, we hardly made any mistake, and our moods were uplifted. We had so much fun on the stage. Such a nice feeling.

1 comment:

  1. Sebuah perjalanan yang melelahkan. Akan tetapi perjalanan yang melelahkan adalah perjalanan "batin" terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita. Perjalanan fisik yang berbuah kelelahan mungkin bisa segera pulih manakala kita segera istirahat, bisa makan atau tidur. Tetapi perjalanan "batin" tentang tujuan hidup, tentang diri kita, tentang arah masa depan, tentang kita di masa tua, dan lebih2 ngeri tentang lingkungan kita saat 30 tahun yang akan datang? Mungkinkah anak cucu kita merasakan kedamaian saat kita merasa damai di saat ini, mungkinkan anak cucu kita merasa nyaman saat kehidupan saat ini, kita sudah merasa tidak nyaman, yahhh perjalanan "batin" yang sangat melelahkan dan kadang tak berujung.

    ReplyDelete